Uncategorized

Pokok-pokok Kesesatan Ajaran Komunisme

Pokok-pokok Kesesatan Ajaran Komunisme Disusun oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Komunisme musuh kemanusiaan

Pada antara momok yg mencemaskan serta menjadikan ngeri jiwa pada kala ini, aksi-aksi terorisme beserta radikalisme. Terorisme serta radikalisme banyak diulas pada seminar-seminar beserta simposium-simposium pada mana-mana.

Apabila sekarang bermula marak aksi-aksi teror yg banyak dilaksanakan oleh kelompok-kelompok yg mengatasnamakan agama, karena itu tentunya bangsa Indonesia enggak mau telah melupakan aksi-aksi teror dengan radikalisme yg dilaksanakan kelompok-kelompok antiagama, yakni kelompok-kelompok ateis mirip Partai Komunis Indonesia (PKI) bersama pengikut-pengikutnya.

Bangsa Indonesia telah menikmati pahitnya kekejaman-kekejaman PKI berupa penculikan, pembantaian, penyembelihan, intimidasi, serta pelecehan. Ajaran komunisme PKI mengarahkan penganutnya bagi bersikap agresif. Para berani memberontak terhadap penguasa dengan menghalalkan segala tatacara, pada antaranya memasang aksi teror radikal di dalam memperjuangkan merebut otoritas.

Berkat itulah rakyat Indonesia sepakat buat menolak serta membebaskan komunisme serta mencabutnya mulai akar-akarnya. Partai Komunis Indonesia telah dinyatakan selaku partai terlarang beserta ideologi komunisme dinyatakan selaku ancaman tersembunyi.

Mau sebaliknya, ternyata akhir-akhir ini tersedia keturunan-keturunan dengan simpatisan-simpatisan PKI yg berupaya bagi menghidupkan kembali ideologi ini. Tersedia yg masuk sedari jalur kebebasan HAM, serta yg lebih akun lagi tersedia yg hendak melegalkan pemikiran komunis sosialis dan dalih sesuai serta azaz keadilan pada di dalam Islam.

Bagi meluruskan kelalaian-kelalaian di dalam pandangan-pandangan berhubungan dengan ideologi komunisme—yg sejak dihidupkan kembali akhir-akhir ini—Insyaallah pada di dalam bahasan ini mau kita paparkan pandangan Islam terhadap pemahaman komunisme bersama banyak merujuk terhadap buku-buku kalian ulama Sunnah yg membahas kasus ini pada atas timbangan al-Buku serta as-Sunnah sesuai serta pemahaman salaful-ummah.

Komunisme mengingkari ketuhanan

Komunisme kagak percaya terhadap Allah عز وجل dengan menandaskan karena itu Allah عز وجل ialah mitos bersama rekaan. Komunisme menandaskan maka agama merupakan adiktif kaum. Komunisme mencaci Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم;semoga Allahعز وجل membinasakan mereka penyebar komunisme.

Komunisme lebih fatal ketimbang kaum kafir Quraisy yg sedang mengakui Allah عز وجل, sebagaimana Allah عز وجل hikayatkan berhubungan dengan para pada di dalam firman-Nya:

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ 84سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ 85 قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ 86سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ 87 قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ 88سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ 89

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dengan semua yg tersedia padanya, asal dikau mengetahui?” Para berniat menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Bahwa apakah dikau kagak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Rabb (Pemilik) langit yg tujuh dengan Rabbnya ‘Arsy-yg-gedhe?” Kalian berniat menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Karena itu apakah anda kagak bertaqwa?” Katakanlah: “Siapakah yg pada tangan-Nya berada wewenang atas segala sesuatu sedang Ia melindungi, namun enggak tersedia yg dapat dilindungi sedari (adzab)-Nya, andaikan kaian mengetahui?” Kalian mau menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau sekian), bahwa sejak jalan manakah saudara ditipu?” (QS al-Mu’minun [23]: 84–89)

Kaum kuffar Quraisy berkata berhubungan dengan berhala-berhala para:

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

Kita tak menyembah kalian kecuali supaya kalian mendekatkan kita terhadap Allah dan sedekat-dekatnya. (QS az-Zumar [39]: tiga)

Ada juga mereka penganut komunisme—yg mengultuskan Marx serta Lenin—tak mengakui Allahعز وجل; karena itu kekufuran kalian lebih fatal ketimbang kekufuran kaum kuffar Quraisy yg diperangi oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Para membuat hawa napsu para selaku tuhan kalian, sedangkan Allah Ta‘secara berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Karena itu pernahkah saudara mengamati masyarakat yg menciptakan hawa nafsunya selaku tuhannya serta Allah membiarkannya berlandaskan ilmu-Nya dengan Allah telah mengunci mati pendengaran bersama hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya? Karena itu siapakah yg bakal memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat). Karena itu mengapa saudara tak mengambil instruksi? (QS al-Jatsiyah [45]: 23)

Berhubungan dengan pelecehan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap Allah عز وجل sangat masyhur pada kala partai tersebut berjaya pada tahun 1948–1965. Masyarakat-penduduk tua kita menceritakan maka telah pada sesuatu masa PKI menggelar satu buah drama yg berjudul “Matine Gusti Allah” (Meninggalnya Allah).(!)

Komunisme mengingkari agama

Allah عز وجل telah mensyariatkan agama terhadap sosok bersama menurunkan buku yg kagak tersedia kebatilan pada hadapan bersama pada belakangnya. Bakal namun, komunisme mengimpor hukum-ketentuan sosok sedari pemikiran-pemikiran Marx, Lenin, serta individu-penduduk yg semacam keduanya mulai kalian gembong kekufuran serta kesesatan, lagipula para menganggap publik-masyarakat yg berpegang teguh serta agama ialah terbelakang beserta ketinggalan, sedangkan Allah Ta‘secara berfirman pada di dalam buku-Nya:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Beserta Allah telah berjanji terhadap penduduk-individu yg beriman pada antara engkau bersama mengerjakan amal-amal yg shalih maka dirinya sungguh- sungguh bakal membuat kalian berkuasa pada depan bumi, sebagaimana Ia telah menciptakan individu-individu hampir para berkuasa, beserta sungguh Ia bakal meneguhkan bagi para agama yg telah diridhai-Nya bagi para, serta Ia benar-benar hendak menukar (keadaan) para, sehabis para di dalam ketakutan untuk menjadi terjaga sentosa. Para tetap menyembah-Ku beserta tiada menyekutukan sesuatu apakah jua dan Ane. Serta material siapa (tetap) kafir sehabis (janji) itu, karena itu kalian itulah individu-individu yg fasik. (QS an-Nur [24]: 55)

Pandangan komunisme terhadap harta

Allah عز وجل berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Bersama janganlah sebagian saudara memakan harta sebagian yg lain pada antara kaian beserta jalan yg batil serta (janganlah) saudara membawa (urusan) harta itu terhadap hakim supaya kaian dapat memakan sebagian ketimbang mal masyarakat lain itu dan (jalan berbuat) dosa, sedangkan kaian mengetahui. (QS al-Baqarah [2]: 188)

Serta Allah عز وجل berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Individu-masyarakat yg menafkahkan hartanya pada malam dengan pada siang hari ala laten beserta terang-terangan, karena itu para memiliki pahala pada segi Rabbnya. Enggak tersedia kekhawatiran terhadap para dengan kagak (pun) para bersedih hati. (QS al-Baqarah [2]: 274)

Harta terhitung nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالىyg paling agung. Dan harta saudara dapat menyambung silaturahim/silaturahmi, memuliakan tamu, dengan melancarkan amal-amal kebaikan. Hendak namun, komunisme menghalangimu semenjak hartamu bersama mengutaraka maka dia ialah harta rakyat; kalian telah berdusta pada di dalam tentang ini; Allah Ta‘secara telah berfirman:

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Apakah kalian yg membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kita telah menentukan antara kalian penghidupan para di dalam kehidupan dunia, bersama Kita telah meninggikan sebagian kalian atas sebagian yg lain sejumlah derajat, biar sebagian para dapat mempergunakan sebagian yg lain. Dengan rahmat Rabbmu lebih bagus sejak apakah yg para kumpulkan. (QS az-Zukhruf [43]: 32)

Beserta Allah Ta‘metode berfirman:

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ

Dengan Allah melebihkan sebagian engkau ketimbang sebagian yg lain di dalam hal rezeki. (QS an-Nahl [16]: 71)

Kaum muslimin membelanjakan beserta menyalurkan harta-harta kalian metode syar‘i; tidak menggunakan riba, suap,ghisy, merampas harta penduduk yg lemah, boros, menyalurkan harta pada yg haram, beserta tidak menggunakan mengambil harta beserta caranya yg enggak benar. Timbangan kaum muslimin pada di dalam tentang ini merupakan firman Allah Ta‘metode:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai penduduk-individu beriman, janganlah hartamu dengan anak-anakmu melalaikan engkau sejak mengingat Allah. Bahan siapa berbuat begini bahwa para itulah individu-masyarakat yg merugi. (QS al-Munafiqun [63]: sembilan)

Kalau tersedia seorang semenjak kaum muslimin yg menyelisihi pada di dalam tentang ini bahwa Islam berlepas diri darinya.

Ada juga komunisme karena itu kalian menipu rakyat beserta menandaskan karena itu sesungguhnya semua harta ialah milik rakyat; dengan para berbohong, lantaran yg menikmati harta hanyalah Partai Komunis Sosialis, padahal rakyat yg lain karena itu pada di dalam kesengsaraan yg kronis serta diperas oleh Partai Komunis. Ini perkara yg kagak dapat diingkari, apakah kesejahteraan mereka pejabat pada negri-negri komunis sebanding dan kesejahteraan kalian pekerja kalian?! Komunisme mengklaim maka para hendak menyamaratakan insan pada di dalam harta, namun realitasnya kalian menyamaratakan mahluk pada di dalam kemiskinan, ketakutan, bersama kengerian, selain Partai Komunis Sosialis yg untuk menjadi kasta tertinggi.

Komunisme meghancurkan generasi muda

Allah عز وجل membagikan nikmat terhadap kalian hamba-Nya berupa isteri-bini, anak-anak, bersama harta, Allah عز وجل berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ

Allah menciptakan bagi kaian bini-isteri sedari bentuk dikau sendiri serta menciptakan bagimu sejak bini-isteri saudara itu, anak-anak dengan cucu-cucu, bersama memberimu rezeki sedari yg bagus-bagus. (QS an-Nahl [16]: 72)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

«إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ».

“Sumpama tidak benar seorang jiwa meninggal dunia bahwa terputuslah segala amalannya, selain tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yg bermanfaat baginya, dengan anak shalih yg selalu mendoakannya.” (Diriwayatkan oleh Muslim pada di dalam Shahih-nya: 3084)

Mau sebaliknya, komunisme—semoga Allah عز وجلmelaknat para—menelantarkan anak-anak dan sejumlah perkara pada antaranya:

• Pendidikan komunisme, padahal Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

«كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ».

“Setiap anak dilahirkan di dalam keadaan fitrah. Berikutnya kedua penduduk tunyalah yg berniat menciptakan anak itu untuk menjadi Yahudi, Nasrani, maupun Majusi.” (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 1296 dengan Shahih Muslim: 4803)

Beserta Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda sebagaimana yg beliau riwayatkan bermula Rabbnya:

«وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ».

“Sesungguhnya Ane menciptakan hamba-hamba-Ku di dalam keadaan lurus semuanya, kalian didatangi oleh setan kemudian dijauhkan sejak agama kalian.” (Diriwayatkan oleh Muslim pada di dalam Shahih-nya: 5109)

• Pada antaranya para pindahkan anak-anak ini mulai satu negri ke negri yg lain hingga kalian dapat menanamkan keyakinan komunisme yg terlaknat ke di dalam waspada kalian. Inilah mereka anak-anak Aden, sebagian para telah untuk menjadi komunis; mencaci agama. Kita dengar hal itu semenjak media bersama sampai warta para terhadap kita.

• Pada antaranya beserta iming-iming dunia, barangkali bersama jabatan atau juga harta.

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i berkata, “Al-Akh Abdullah bin Saif—semoga Allah menjaganya—memberitahukan kepadaku berhubungan dengan kalian pemuda pada sana; dirinya mengutaraka karena itu sesungguhnya penduduk-publik komunis berupaya bagi melalaikan mereka pemuda Yaman bersama teknik menebarkan tempat-tempat khamar, menggencarkan perlombaan-perlombaan sepak bola pada lapangan-lapangan, televisi-televisi, dengan radio-radio, beserta beserta undian-undian ribawi. Para melarang masuknya ke sebagian hotel-hotel, bagaikan Hotel Aden, selain beserta pacarnya maupun istrinya; yg berguna tersedia cewek yg menemaninya pada hotel. Komunisme telah mendirikan sebanyak sekolah pada Aden, pada antaranya Sekolah Ilmu Sosialis bagi mengajarkan komunisme serta pada dalamnya tersedia pengajar-pengajar mulai Rusia buat menebarkan keyakinan yg keji. Ini dengan kaum muslimin di dalam keadaan berkenan dengan aktivis-aktivis Islam berselisih pada antara para dan karna permainan partai-partai politik yg enggak membawa selain terhadap kehinaan bersama nestapa, serta biar pada nanti hari—wal ‘iyadzu Billah—jadi budak-budak komunisme yg terlaknat yg tak membedakan antara Sunni dengan Syi‘i serta tak jua antara Ikhwani dengan Salafi.Sesungguhnya waspada yg berpecah belah kagak berniat mampu menghadapi komunisme, serta tidaklah berdiri pada hadapan komunisme selain mereka pemilik aqidah yg satu yg mengimani karena itu pertolongan datang mulai Allah عز وجل serta maka kemaksiatan-kemaksiatan lebih berbahaya atas kalian ketimbang musuh-musuh kalian, pada bawah aqidah yg satu yakni aqidah as-salafush shalihyang bersumber sedari aqidah Nabi kita Muhammadصلى الله عليه وسلم.” (as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 27–28)

Komunisme melanggar kehormatan-kehormatan

Allah عز وجل telah memuliakan mahluk. Allah Ta‘metode berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Serta sesungguhnya telah Kita muliakan anak-anak Adam, Kita angkut kalian pada daratan dengan pada lautan, Kita beri para rezeki sedari yg bagus-bagus serta Kita lebihkan para beserta kelebihan yg sempurna atas kebanyakan mahluk yg telah Kita ciptakan. (QS al-Isra’ [17]: 70)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

«إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ».

“Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian, beserta kehormatan (nama bagus) kalian haram atas kalian.” (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 1623 dengan Shahih Muslim: 3179)

Ada juga komunisme yg terlaknat karena itu kehormatan-kehormatan tak tersedia nilainya pada segi para, serta kagak tersedia dosa yg lebih gedhe bermula kekufuran. Berlandaskan ideologi komunisme, saudara kagak berkuasa atas istrimu; ia pergi ke mana pun semaunya, tak tersedia wewenang bagimu buat mencegahnya. Istrimu berhak masuk pendidikan militer sekalipun dikau tak suka, serta dirinya tak datang kembali kepadamu selain setiap minggu maupun setiap bulan sesuai beserta ijin Partai Komunis.

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i berkata, “Telah menulis berhubungan dengan tentang ini, sebagian individu yg diselamatkan Allah عز وجل sedari teori komunisme beserta ia sebutkan kekejian-kekejian komunisme. Ada juga hukum Islam pada istrimu karena itu sesungguhnya Nabi صلى الله عليه وسلم telah bersabda:

«إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيءَ لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ».

‘Kalau seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, lantas dia enggan buat memenuhi ajakan suaminya, bahwa dirinya berniat dilaknat malaikat.’ (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 2998 serta Shahih Muslim: 2595) ….

Beserta talak (cerai) tidaklah dimiliki seorang suami selain serta ijin istrinya berlandaskan komunisme.” (as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirahhlm. 30)

Komunisme membantai kalian ulama

Allah Ta‘secara telah memuliakan kalian ulama. Allah Ta‘metode berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Pasti Allah hendak meninggikan penduduk-individu yg beriman pada antaramu serta individu-publik yg diberi ilmu sejumlah derajat.” (QS al-Mujadilah [58]: sebelas)

Ada juga komunisme yg terlaknat, jikalau para masuk ke sesuatu negri karena itu kalian membantai mereka ulama, implikasi kalian mengetahui maka kalian enggak hendak berkuasa pada sesuatu negri yg tersedia kalian ulama pada dalamnya.

Pada di dalam buku at-Tadhlil al-Marxi oleh Ra’uf Syalabi hlm. 226 disebutkan karena itu pada antara program komunisme ialah membunuh kalian ulama hasil kalian ialah mereka pemimpin masyarakat. Selanjutnya disebutkan jua maka pada antara mereka ulama Turkistan yg dibunuh oleh Beruang Merah komunis yg dengki ialah: Syaikh Burhan Najjadri Qadhil Qudhat, Syaikh Khan Marwan Khan Mufti Bukhara, Syaikh Abdul Muthallib Damila, Syaikh Mahsum Mutawalli, Syaikh Abdul Ahad Darikhan, Syaikh Haji Mula Ya’qub, bersama Syaikh Mula Abdul Karim. (as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 32)

Berhubungan dengan pembantaian Partai Komunis Indonesia terhadap mereka ulama adalah perkara yg masyhur yg enggak sempat dilupakan oleh bangsa Indonesia.

Lepas tujuh belas September 1948: PKI menculik kalian kiai Pesantren Takeran pada Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang ala kejam oleh PKI beserta dikubur hidup-hidup pada sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Pada sumur tersebut didapati 108 (seratus delapan) kerangka jenasah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan penduduk ditangkap serta dibantai PKI pada Pabrik Gula Gorang Gareng.

Antropolog Amerika, Robert Jay, yg ke Jawa Tengah tahun 1953 mencatat bagaimana PKI melenyapkan enggak sahaja pejabat pemerintah, namun pula masyarakat, terutama ulama-ulama ortodoks, santri dengan para yg dikenal berkat keshalihannya terhadap Islam: kalian itu ditembak, dibakar sampai mati, alias dicincang-cincang. Mesjid bersama madrasah dibakar, jangankan ulama dengan santri-santrinya dikunci pada di dalam madrasah, kemudian madrasahnya dibakar. Tentu kalian enggak dapat berbuat apakah-apakah sebab ulama itu publik-publik tua yg pernah ubanan, masyarakat-individu serta anak-anak laki-laki yg bagus yg kagak melawan. Setelah itu, rumah-rumah pemeluk Islam dirampok beserta dirusak.

Tindak kebiadaban FDR/PKI selagi melangsungkan aksi makarnya tahun 1948 yg disaksikan puluhan ribu kaum laki-laki, perempuan, tua, muda, anak-anak yg menonton pengangkatan jenasah mereka korban sejak sumur-sumur “neraka” yg tersebar pada Magetan beserta Madiun, merupakan rekaman peristiwa yg enggak hendak terlupakan. Peristiwa pembongkaran sumur-sumur “neraka” itu telah memunculkan anggapan abadi di dalam ingatan bawah sadar umat karena itu PKI mempunyai korelasi erat dan pembunuhan insan yg dimasukkan ke di dalam sumur “neraka”. Itu sebabnya, kala lepas satu Oktober 1965 tersiar kabar mereka jendral TNI AD diculik PKI beserta berikutnya didapati telah jadi mayat pada di dalam sumur “neraka” Lobang Buaya pada dekat Halim, amarah umat seketika meledak terhadap PKI, terhitung pada lingkungan aktivis Gerakan Pemuda Ansor yangsejak 1964 membentuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pada berbagai daerah yg dilatih kemiliteran keterlibatan memenuhi harapan Presiden Soekarno membentuk kekuatan sukarelawan bagi mengganyang Malaysia, pada mana anggota Banser yg emosinya tak terkendali—terutama setelah tewasnya 155 penduduk anggota Ansor Banyuwangi yg dibunuh PKI—dimanfaatkan oleh pihak militer bagi dan-ekuivalen menumpas kekuatan PKI yg telah membunuh kalian jendral para.

Lepas tigabelas Januari 1965: Dua sayap PKI yakni PR (Pemuda Rakyat) bersama BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang beserta menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) pada Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, serta pula merampas sebanyak Mushaf al-Qur’an bersama merobek serta menginjak-injaknya.

(Lihat http://islamedia.id/jangan-lupakan-sejarah-inilah-fakta-kebiadaban-pki-yg-telah-membunuh-ribuan-muslim-indonesia/ bersama http://www.jadipintar.com/2015/08/sejarah-kronologi-beserta-daptar-kekejaman-pki-pada-indonesia-bermula-1945-1965.html)

Yg sangat janggal, sekarang terjadi satu buah pemutarbalikan fakta yg sangat culas beserta licik. Penduduk-publik PKI yg membantai dengan melaksanakan pemberontakan. Para membunuhi kaum muslimin. Sekarang kalian yg menuntut terhadap pemerintah bagi meminta maaf, merehabilitasi, dengan menuntut ganti rugi. Sebagian gede mereka penuntut ialah anak keturunan PKI. Didampingi antek-antek imperialis asing, langkah anak keturunan PKI itu kemudian menuntut pemerintah. Katanya, banyak masyarakat PKI yg jadi korban pembantaian pada tahun 1965.

Janggal. Yg memulai pemberontakan beserta pembantaian merupakan publik tua para, sekarang anak-anaknya menuntut balik terhadap pemerintah bagi meminta maaf, merehabilitasi, beserta mengganti rugi. Drama kehidupan apakah lagi yg tengah kalian skenario bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia ini? Maling teriak maling. PKI organisasi teroris. Hendaknya disadari karena itu siapa pun yg mendukung bersama bersimpati bersama individu-penduduk PKI, sesungguhnya dia telah mendukung aksi teroris komunis.

Komunisme merampas harta pedagang bersama petani

Allah Ta‘secara berfirman:

وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ

Dengan bahwasanya dirinya yg melepaskan dana dengan memasrahkan kecukupan. (QS an-Najm [53]: 48)

Serta Allah Ta‘metode berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Hai individu-individu yg beriman, janganlah kaian saling memakan harta sesamamu dan jalan yg batil, selain dan jalan perniagaan yg berlaku bersama suka ekuivalen-suka pada antara dikau. (QS an-Nisa’ [4]: 29)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم sempat ditanyai, “Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yg paling bagus?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seorang laki-laki dan tangannya sendiri serta setiap jual beli yg mabrur.” (Diriwayatkan oleh Ahmad pada dalamMusnad-nya: 16628 bersama dishahihkan oleh Syaikh al-Albani pada di dalam Silsilah ash-Shahihah: 607)

Seorang penguasa yg pinter mau memotivasi kalian pedagang supaya giat mendatangkan material-bahan dagangan bermula daerah-daerah yg lainnya. Berniat namun, kalian penguasa komunis malahan mengisap mereka pedagang dan upeti-upeti, pungutan-pungutan, serta pajak-pajak. Makin terkadang kalian penguasa komunis ini kendati memonopoli material-bahan dagangan biar mahluk terkait terhadap kalian.

Seperti itu pula syariat Islam menghasung sosok supaya bercocok tanam. Allah Ta‘secara berfirman:

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ 63 أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ 64 لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ 65 إِنَّا لَمُغْرَمُونَ 66 بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ67 أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ 78أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ 69

Bahwa terangkanlah terhadap Kita berhubungan dengan yg anda tanam. Kamukah yg menumbuhkannya alias Kamikah yg menumbuhkannya? Kalau Kita kehendaki, benar-benar Kita jadikan dia hancur serta kering, karena itu jadilah engkau heran serta tercengang (seraya berkata): “Sesungguhnya kita benar-benar menderita kerugian, malahan kita untuk menjadi penduduk-masyarakat yg kagak mendapatkan keterlibatan apakah-apakah.” Karena itu terangkanlah terhadap Kita berhubungan dengan air yg dikau minum. Kamukah yg menurunkannya atau juga Kamikah yg menurunkannya? (QS al-Waqi‘ah [56]: 63–69)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

«مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ».

“Tidaklah seorang muslim ajah yg bercocok tanam atau juga menanam satu tumbuhan lantas tumbuhan itu dimakan oleh burung maupun sosok alias hewan tetapi itu jadi shadaqah baginya.” (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 2152 beserta Shahih Muslim: 2901)

Ada juga komunisme bahwa para menggencet kalian petani dan sebanyak hal pada antaranya:

• Mengambil tanah-tanah para.

• Mengambil karena-karna bumi kalian.

• Meninggikan harga-harga peralatan-peralatan pertanian.

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i berkata, “Hingga banyak semenjak petani pada Hadhramaut, beserta Biijan meninggalkan pertanian serta lari beserta keluarga-keluarga kalian ke wilayah utara, ke wilayah-wilayah Haramain, ke Hijaz, beserta yg lainnya sejak bumi Allah. Dengan apakah yg diharapkan bermula tinggal pada sesuatu negri yg enggak tersedia keamanan, kagak tersedia pekerjaan, dengan kagak tersedia Islam!!” (as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 33–34)

Komunisme anti pernikahan

Allah Ta‘metode berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Bersama pada antara jejak-jejak wewenang-Nya yaitu Dirinya menciptakan untukmu bini-bini sejak jenismu sendiri, supaya kaian cenderung dengan menganggap tenteram kepadanya, dengan dijadikan-Nya pada antaramu rasa kasih bersama sayang. Sesungguhnya pada yg begitu itu benar-benar terdapat jejak-jejak bagi kaum yg berpikir. (QS ar-Rum [30]: 21)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ».

“Wahai sekalian pemuda, siapa pada antara kalian yg telah menyandang kemampuan, karena itu hendaklah dia menikah; beserta bahan siapa belom mampu, hendaklah dirinya berpuasa lantaran hal itu hendak lebih dapat meredakan gejolaknya.” (Muttafaq ‘alaihi; Shahih al-Bukhari: 4677 serta Shahih Muslim: 2485)

Harapan menikah merupakan watak jiwa yg ditegaskan oleh syariat Islam … ada juga komunisme karena itu pada antara program para merupakan menyebabkan pernikahan….

Hendak kecuali, apakah penduduk yg dungu ini dengan Karl Marx selaku majikannya mampu bagi mengenyahkan pernikahan? Sekali-kali kagak. Pernikahan mewujudkan pemahaman seluruh kaum insan, serta komunisme kagak mampu menghilangkannya….

Serta komunis kalau masuk negri-negri Islam kalian kagak langsung melarang pernikahan, kecuali para melarang poligami; dengan setelah stabil kalian berupaya membebaskan pernikahan. Bersama ternyata kalian gagal pada di dalam tentang ini. (Lihat as-Suyuf al-Batirah Liilhadisy Syuyu‘iyyah al-Kafirah hlm. 180–181)

Kalau-usul beserta latar belakang komunisme

Demikianlah telah kita paparkan pada atas sebagian sedari kekejian-kekejian komunisme. Komunisme ini jelas mewujudkan musuh Islam jangankan musuh peradaban mahluk, akibat apabila komunisme ini diterapkan pasti hendak membawa terhadap kehancuran peradaban insan. Beserta ala universal apabila insan meninggalkan syariat Allah عز وجل bersama mengandalkan gara-gara oleh fikir kalian pasti hendak sesat bersama hancur.

Andaikata dirunut pemikiran komunisme sosialisme ini ternyata kembali terhadap satu buah pemikiran ganjil/menyimpang filsuf kafir.

Mereka pakar sejarah banyak yg menyebutkan maka komunisme itu peletak dasarnya mewujudkan Karl Marx. Ia seorang Yahudi berkebangsaan Jerman yg hidup pada tahun 1818–1883 M. Dirinya cucu seorang Yahudi terkenal bernama Murkoy Marx. Karl Marx merupakan seorang yg egoistis, pendendam, serta bersifat kebendaan serta enggak punya prinsip yg jelas. Karya-karya yg terkenal antara lain Manifesto Komunis (1848) bersama Das Modal (1767).

Bakal membedakan, ternyata Karl Marx bukanlah pencetus awal pemikiran komunisme ini. Ternyata pemikiran komunis sosialis ini telah dicetuskan sebelumnya oleh Plato (427–347 SM); ia berkata pada di dalam bukunya Republik:

“Undang-undang wajib berisi perserikatan perempuan dengan anak-anak, tak tersedia seorang jua yg berhak menjadikan keluarga yg tersendiri, sebagaimana tak tersedia yg berhak mendidik anak-anak, gara-gara seluruhnya ialah milik negara. Negaralah yg memonopoli pertumbuhan generasi yg bagus, sebagaimana yg mengatur dilahirkannya bibit-bibit unggul.”(!!!) (Lihat Naqd Ushul asy-Syuyu‘iyyah hlm. delapan belas dengan Pemikiran Politik pada Negara Barat hlm. sebelas)

Karena itu jelaslah karena itu teori komunisme merupakan buah filsafat Yunani yg asal diterapkan bakal menghancurkan agama bersama menghancurkan peradaban jiwa. Asal pernikahan dihilangkan bersama tak tersedia yg namanya “keluarga”, serta penduduk tua kagak berhak atas anak-anak para, karena itu artinya peradaban mahluk menuju terhadap kepunahan!

Al-Imam Ibnu Shalah berkata, “Filsafat merupakan induk ketololan bersama penghalalan terhadap semua yg diharamkan syariat, sumber kebingungan beserta kesesatan, serta menciptakan penyelewengan bersama kezindikan. Ada juga manthiq karena itu ia mewujudkan pintu menuju filsafat, bersama pintu kejahatan ialah kejahatan.” (Fatawa Ibnush Shalah satu/209)

Penutup

Itulah sedikit yg dapat kita paparkan pada di dalam bahasan ini. Semoga Allah عز وجل selalu melindungi kita semua sejak fiksi-fiksi akhir jaman yg sekian dahsyat pada waktu ini. Kagak tersedia yg selamat selain yg mengikuti petunjuk Allah عز وجل serta petunjuk Rasul-Nya.

Alhasil, semoga Allah عز وجل selalu menunjukkan kita ke jalan yg lurus; ialah jalan mereka nabi,shiddiqin, syuhada’, dengan shalihin. Wallahul Muwaffiq. Washalllallahu ‘secara Muhammadin ali wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil‘alamin.

والله أعلم بالصواب

Disusun oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close