Uncategorized

Hukum Memakai Mobil Plat Merah untuk Kepentingan Pribadi

Apakah hukum mendayagunakan mobil plat merah utk kepentingan pribadi, jika utk jalan2 d sekitar kota (tak keluar kota) pada hari libur.. apakah ini terhitung korupsi?

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘metode Rasulillah, wa ba’du,

Allah melarang kita bagi memanfaatkan harta milik individu lain tidak menggunakan alasan yg dibenarkan.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Wahai penduduk-publik yg beriman, janganlah kalian memakan harta individu lain diantara kalian serta teknik batil, selain melalui perdagangan yg saling ridha diantara kalian. (QS. an-Nisa: 29)

Ayat ini menjelaskan larangan mengambil hak individu lain, tidak menggunakan alasan yg benar. Dengan Allah sebut selaku makan harta publik lain ala batil. Terhitung mengambil hak penduduk lain merupakan mengenakan bahan milik penduduk lain tidak menggunakan seizinnya. Bila material itu milik satu individu, karena itu andaikan tersedia kawannya yg hendak menggunakannya, ia wajib ijin ke pemilik ini.

Terus bagaimana asalkan bahan itu milik banyak penduduk?

Dirinya wajib ijin ke semua pemiliknya. Bersama itu kagak boleh jadi dapat dirinya lakukan.

Bahan milik negara, haknya tersedia pada tangan negara. sampai-sampai ia wajib dikonsumsi sesuai peruntukannya, yakni bagi kepentingan negara beserta rakyat. Sebab kala pengadaan bahan ini, semua penduduk memahami, ini buat kepentingan dan.

Di dalam islam, mendapatkan hak milik universal bagi kepentingan pribadi, bagus penguasaan tidaklama atau juga abadi (umpama korupsi), disebut beserta ghulul (hart khianat).
Syaikh Sulaiman al-Bujairami – ulama Syafiiyah – menyatakan,

غلول أصله الخيانة لكنه شاع في الغلول في الغنيمة

Ghulul metode arti bahasa artinya khianat. Tetapi sebutan ini lebih dikenal buat menyebut penduduk yg mengambil harta ghanimah hampir dibagi. (Hasyiyah al-Bujairami, empat/394).

Keterlibatan itulah, kalian ulama melarang memakai bahan milik negara bagi kepentingan pribadi. Diantaranya Imam Ibnu Utsaimin – rahimahullah –. Beliau telah ditanya,

ما حكم استخدام سيارات الدولة للأغراض الشخصية؟

“Apakah hukum memanfaatkan mobil milik negara bagi kepentingan pribadi?”

Jawaban beliau,

إستخدام سيارات الدولة وغيرها من الأدوات التابعة للدولة كآلة التصوير وآلة الطباعة وغيرها لا يجوز للأغراض الشخصية الخاصة وذلك لأن هذه للمصالح العامة, فإذا استعملها الإنسان في حاجته الخاصة فإنه جناية على عموم الناس لأنها تختص بالشيء من دونه

Mobil milik negara atau juga fasilitas lainnya milik negara, bagaikan mesin fotocopi ataupun lainnya, kagak boleh dimakan buat kepentingan pribadi seseorang. Keterlibatan bahan ini dipergunakan buat kemaslahatan awam. Andaikan seseorang menggunakannya bagi kebutuhan spesifik, ini terhitung pelanggaran terhadap hak kaum universal, bersama dirinya mendapatkan sendiri tidakpermanen publik lain kagak mendapatkan manfaatnya.

Beliau melanjutkan,

والشيء العام للمسلمين عموماً لا يجوز لأحد أن يختص به ودليل أن النبي صلى عليه و سلم حرم الغلول أي يختص الإنسان بشيء من الغنيمة لنفسه لأن هذا عام

Sesuatu yg oleh karena itu milik konvensional kaum muslimin, enggak boleh dikonsumsi buat kepentingan pribadi. Dalilnya ialah maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharamkan ghulul – yakni penduduk mengambil ghanimah buat kepentingan pribadi, sedang itu milik beserta.

Kemudian beliau ditanya,

وإذا كان رئيسه راض بهذا ، فهل هناك حرج ؟

Bagaimana sumpama atasan mengizinkan penggunakan fasilitas itu, apakah sedang bermasalah?

Jawab beliau,

ولو رضي الرئيس بهذا لأن الرئيس لا يملك هذا الشيء فكيف يملك الإذن لغيره فيها

Tetap keluhan, meski juga atasan mengizinkan pemakaian fasilitas ini. Lantaran fasilitas ini bukan milik atasan, bagaimana barangkali dirinya dapat mempersembahkan ijin bagi masyarakat lain.
(Liqa’at Bab al-Maftuh, problem no. 238).

Sebagai itu. Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Read more https://konsultasisyariah.com/30461-mobil-plat-merah-untuk-kepentingan-pribadi.html

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close